website free tracking Kisah Lengkap Kerasnya Hidup Sopir Angkot Cantik yang Juga Mahasiswi STMIK Manado | expresnews | Page 2

Kisah Lengkap Kerasnya Hidup Sopir Angkot Cantik yang Juga Mahasiswi STMIK Manado

sa3

“Ayah juga kerja sampingan memelihara ayam, ikan mas, dan ikan mujair. Ia juga pernah memelihara katak sawah,” ujarnya.

Melihat kesulitan ekonomi di keluarganya, saat duduk di kelas 4 bangku Sekolah Dasar (SD), Brenda sudah mulai turun ke jalan jualan ikan.

Ia berteriak “ikan manta (mentah)” untuk menarik pembeli.

sa1

 

“Saat mau naik ke kelas enam, kami pindah ke Likupang Timur,” kenangnya.

Di Likupang, ayahnya tetap mengais rejeki dengan menjadi sopir mikrolet.

Dan saat duduk di kelas 1 SMP di Likupang, sang ayah mulai mengenalkan mobil kepadanya.

“Mobil itu walau bekas sudah merupakan milik sendiri. Saya mulai dikenalkan mobil. Itu setelah ayah selesai bekerja,” katanya.

Ayah Brenda punya cara unik mengajarkannya sebelum benar-benar memegang setir, mengendarai mobil.

Ia disuruh belajar membuka ban, menyapu dan melihat mesin.

“Ini agar saya bisa mengganti ban saat ban kempis di hutan,” katanya.

Sambil belajar mobil, Brenda masih berjualan.

Ia menjual pisang goreng, dan ikan masak sepulang sekolah.

“Polisi dan tentara di kampung kenal saya sebagai penjual pisang,” ujarnya.

Kesempatan awal untuk membawa penumpang ternyata datang tidak disangka-sangka.

Sang ayah ketika membawa angkot, merasa kurang sehat.

Padahal penumpangnya penuh,

“Jadi saya memberanikan diri mengambil kendali. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 2 SMA,” katanya.

Brenda mengakui selama menjadi sopir banyak pengalaman unik.Ibu-ibu kadang kaget melihat dirinya sebagai seorang sopir.

“Ada yang tidak percaya sama saya. Ada bahkan yang berpegangan kuat di badan mobil,” katanya.

Lama-kelamaan, kata dia, semua penumpang langganan menjadi terbiasa. Bahkan mereka sering memuji.

“Ada yang berkelakar hati-hati dengan saya. Saya katanya jago bawa mobil,” ujarnya.

Ia juga mengaku sudah dikenal hampir semua sopir. Ia biasa dipanggil Brenda atau “om Berenhard pe anak” (anaknya om Berenhard).

“Saya dikenal walau hanya bekerja sebagai sopir di hari Sabtu. Senin sampai Jumat saya kuliah dan pulang memakai bus di hari Jumat,” katanya.

Dalam satu hari, kata Brenda, ia bisa memperoleh uang Rp 300 ribu. Itu artinya satu setengah ret (satu kali bolak-balik Likupang Tatelu ditambah satu kali perjalanan kembali ke Likupang).

“Saya akan tambah pendapatan jika ada anak sekolah misalnya yang akan pergi lomba ke Airmadidi. Saya nggak perlu nungguin, jadi masih bisa narik satu ret untuk itu,” ujarnya.

Dari uang itu, Brenda hanya mendapatkan Rp 100 ribu. Ia menyetor ke ayahnya sebesar Rp 100 ribu dan mengisi bensin Rp 100 ribu.

“Dengan itu saya sudah tidak terlalu sering meminta uang kepada orangtua. Itu sudah mengurangi beban mereka walau hampir semua kebutuhan saya juga masih ditanggung mereka,” katanya.

Brenda mengaku hampir tidak pernah bertahan lama dengan pacar di saat SMA.

Pacar-pacarnya saat itu tidak menerima ia menjadi sopir angkot.

“Tapi sekarang puji Tuhan, pacar saya sekarang menerima saya,” ujarnya.

Bagi Brenda, kerja keras adalah bagian dari hidup.

Dia pun berharap apa yang dilakukannya mampu menginspirasi orang lain.

Mengatasi lelaki genit

Sebagai perempuan yang menjadi sopir, ada saja pria yang genit.  Namun  mengakalinya dengan selalu mengosongkan kursi depan dekat dirinya.

“Di situ saya selalu naikkan perempuan. Tidak pernah laki-laki,” katanya.

Brenda Trivena Grace Salea, mahasiswi cantik yang tak malu bekerja sebagai sopir angkot

Ia bahkan pernah tidak menggubris kemarahan seorang bapak yang menurut perasaannya genit. Bapak itu marah karena merasa ditipu.

“Saya katakan bahwa tempat di depan sudah ada yang memakai. Ternyata ketika datang seorang ibu , saya katakan belum ada yang memakai,” ujarnya.

sa4

Jika terpaksa harus mengendarai di malam hari, ia selalu meminta kakak atau ayahnya menemani. Ia selalu berusaha agar sore hari sudah tiba di rumah.

Sebagai seorang sopir, ia juga kadang mendistribusikan air mineral ke warung- warung.

author
Author: 

    Leave a reply "Kisah Lengkap Kerasnya Hidup Sopir Angkot Cantik yang Juga Mahasiswi STMIK Manado"

    Must read×

    Top